CINTA
Oleh: Vina Oktavianty
Jika mendengar
kata CINTA serasa berada di taman bunga yang indah, dunia seakan berwarna merah
merona penuh senyum bertabur aroma keindahan dan kesejukan. Terlebih yang masih
dilanda fall in love,, wah tambah membumbung tinggi diangkasa. Berlebihan kah..
mungkin iya, tetapi sepertinya begitulah CINTA kaum muda yang dilanda cinta. Bahkan
ada sebutan Buta karena Cinta,, wah..wah..memang cinta punya mata ya??
Cinta adalah
fitrah manusia, cinta itu indah dan menenangkan, manusia yang paling beruntung
adalah manusia yang dianugrahi cinta. Hidup akan menajadi lebih bermakna dengan
cinta. tapi sayangnya CINTA sering disalahartikan. Cinta tidak lagi bermakna
sesuatu yang indah dan membawa ketentraman ketika cinta sudah dibumbui dengan
hal-hal yang tidak indah.
Jika melihat pergaulan muda-mudi jaman
sekarang,, hemmhhhhh.. Cuma bisa tarik nafas sambil geleng-geleng. Banyak yang
salah mengartikan Cinta bahkan menjadikan cinta kambing hitam untuk
menghalalkan apa yang belum halal. Mulai dari pegang-pegangan, colek-colekan,
dan selebihnya yang sebenarnya boleh dilakukan jika sudah ada ikatan yang
halal. Ataupun jika ada kasus Hamil diluar Nikah atau biasa disebut Merrit by
Accident itu juga alasannya karena Cinta. Bahkan lebih miris lagi ketika kita
mendengar kisah seseorang yang bunuh diri karena cinta. sebegitu kejamnya kah
cinta?? Itulah cinta yang salah cinta sudah terkontaminasi nafsu , cinta yang
sudah kehilangan makna sebenarnya.
Cinta itu
tidak menyakiti dan menuntut akan sesuatu. Jadi jika ada seseorang yang
mengatakan cinta kepada kita sebaiknya harus pandai menganalisis, cinta itu
benar cinta atau nafsu. Jika mengatakan cinta karena fisik, harta, kepintaran,
dan hal-hal lain yang sifatnya sementara
dijamin itu hanya nafsu. Dilihat dari dari kacamata Psikologi terdapat 4 unsur cinta yang disampaikan Erich Fromm
yaitu, Care (perhatian) jika ada
yang mengatakan cinta tetapi justru memanfatkan kita atau membuat kita
kehilangan banyak waktu hanya untuk selalu berdua, harus fikir 1000x
sepertinya. Responsibility (tanggungjawab) cinta itu bertanggung jawab,
tidak sebaliknya. Respect (Hormat) nah ini point yang penting, cinta itu
hormat jadi jika ada yang mencintai kita berarti harus mampu menghormati kita
sebagai seorang wanita yang harus dijaga
bukan justru di perlakukan semaunya. Yang terakhir adalah Knowledge
(pengetahuan) artinya mengetahui mana yang baik dan buruk, mengetahui
batasan-batasan cinta dan nafsu.
Cinta tidak
hanya sebatas hubungan dua insan manusia yang saling mengasihi. Itu salah satu
dari bentuk cinta.Cinta memiliki makna yang luas, ada Cinta kepada Allah,
kepada Rosulullah, kepada Alam semseta ini, cinta kepada keluarga, masyarakat,
dan kepada pasangan kita bagi yang sudah memilki pasangan secara sah dalam
agama. Cinta itu murni dan suci, bahkan jika kita mau merenungi. Dunia ini dan
segala isinya juga diciptakan Allah karena cinta. Cinta sudah kita kenal sejak
kita dalam kandungan bagaimana Allah menjadikan kita seorang bayi mungil yang
hanya berasal dari air mani terus menjaga kita tumbuh dan berkembang didalam
rahim ibu. Cinta juga kita dapat dari ibu dan ayah yang dengan setianya merawat
kita yang masih dalam kandunga. Itulah cinta yang tulus dan murni tanpa pamrih.
Cinta membawa keindahan dan kedamaian, hidup akan menjadi lebih bermakna ketika
kita berbagi cinta dengan setiap insan yang kita temui dengan saling menyapa,
tersenyum, mengasihi, tolong menolong, tanpa pamrih, itulah cinta.






