Kajen- Dalam rangka meningkatkan kualitas keilmuan khususnya bidang tulis-menulis kader himpunan mahasiswa islam ,lembaga pers mahasiswa Islam (LAPMI HMI) cabang Pekalongan mengadakan training jurnalistik dasar dengan tema “Merekrontruksi kembali semangat Pers Mahasiswa”. Training jurnalistik dasar yang dilaksanakan selama 3 hari tersebut dimulai hari jumat-minggu (15-17 juli ’11) lalu, bertempat di gedung lembaga pengembangan potensi pemuda (lp3) kajen. Kegiatan tersebut tidak hanya ditunjukan kepada kader-kader HMI tetapi juga terbuka untuk mahasiswa dan umum yang benar-benra ingin belajar jurnalistik.
Agenda Training jurnalistik tersebut di kemas dengan konsep liburan jurnalistik sehingga peserta training merasa fun tetapi tetap terfokus pada tujuan utama untuk mendidik calon-calon jurnalistik muda. Training sendiri berisiskan 6 materi jurnalistik dasar yang di isi oleh pemateri-pemateri yang kompeten dalam bidangnya. Materi tersebut terdiri dari orientasi dan wawasan umum jurnalistik diisi oleh Eha Kartanegara, Keredaksian diisi oleh Ade asep Syariffudi selaku jenderal manager Radar Pekalongan, materi Fotografer oleh M. Lukman Fotografer Pemalang, kemudian materi Tekhnik Reportase dan wawancara diisi oleh M.Lutfi dari bulletin parlemen, Tekhnik dan jenis penulisan berita d isi oleh M. Khusnul kowim selaku direktur Lapmi hmi periode 2009-2010, dan materi terakhir Motivasi Jurnalistik oleh Moch Ilyas selaku Sekjend Bakornas Lapmi PB HMI .
Ditengah-tengah kegiatan sedang berlangsung terlihat peserta sangat antusias sembari meneriakan I’am the best, you’are the best, we are the best, all the best secara bersama – sama dipandu oleh eha kartanegara. Selain dibekali dengan materi-materi kejurnalistikan peserta training juga di berikan simulasi-simulasi. Ada 3 macam simulasi dalam rangkaian kegiatan tersebut, yaitu simulasi keredaksian dimana peserta dibagi menjadi beberapa tim redaksi untuk setiap tim redaksi tersebut membuat sebuah nama bulletin, jargon, struktur redaksi dan rubric dari bulletin yang akan dibuat. Selanjutnya peserta di turunkan ke alun-alun kajen untuk simulasi Reportase dan wawancara. Tujuan diadakannya simulasi tersebut untuk mengasah keberanian para peserta dalam berinteraksi dengan masyarakat dan melatih kepekaan dalam meliput suatu peristiwa sebagai modal dari jurnalistik. Kemudian di sambung dengan simulasi yang terakhir yaitu simulasi penulisan berita dan layout, dimana masing-masing tim redaksi di haruskan meramu dari hasil simulasi keredaksian dan simulasi reportase untuk menghasilkan sebuah karya buletin. “Sehingga dengan simualasi-simulasi yang saling berkelanjutan tersebut diharapkan peserta training tidak hanya mengerti teori namun memahami setiap tahapan dalam menghasilkan suatu karya sekaligus mengasah kreatifitas para jurnalistik muda” tutur ketua panitia Training jurnalistik dasar lapmi hmi.
Dimalam terakhir training jurnalistik dasar di isi dengan malam keakraban , menampilkan kreatifitas peserta dan panitia dalam berinprovisasi seni, seperti pembacaan puisi , games , paduan suara, dan sebagainya. Tidak ketinggalan inti dari malam keakraban tersebut adalah menjalin silaturahim dengan panitia dan peserta.
Rangkaian terkakhir dari training jurnalistik dasar LAPMI HMI Cabang Pekalongan adalah penyematan sekaligus pembagian hadiah untuk para peserta terbaik, di ikuti penyampain kritik saran dan kesan pesan dari perwakilan peserta putra dan putri. Untuk kemudian di tutup dengan closing ceremony. Dalam sambutan penutupan training jurnalistik dasar Direktur Lapmi HMI menuturkan bahwa diharapkan training jurnalistik ini tidak hanya berhenti disini saja, tetapi peserta tetap berupaya untuk mengasah dan mengembangkan potensi dalam bidang jurnalistik. (vo)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar